Selasa, 24 Februari 2015

TANDA BAHAYA KEHAMILAN TM III

TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN TM III
1.      Pengertian
Tanda bahaya kehamilan adalah tanda -tanda yang mengindikasikan adanya bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan/periode antenatal, yang apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu (Pusdiknakes, 2003).
2.      Macam-macam Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III
a.       Perdarahan pervaginam
Perdarahan lewat jalan lahir dapat berupa warna merah segar atau kehitaman, banyak dan berulang, disertai atau tidak disertai nyeri perut. Perdarahan ini dapat berarti plasenta previa (plasenta yang menutupi jalan lahir) atau solusio plasenta yakni terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari tempat perlekatannya pada dinding rahim sebelum bayi lahir.
b.      Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala yang hebat, yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau terbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari eklampsi. 
c.       Gangguan masalah penglihatan
Karena pengaruh hormonal, ketajaman penglihatan ibu dapat berubah dalam kehamilan. Perubahan ringan (ringan) adalah normal. Masalah visual yang mengindikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual mendadak, misalnyan pandangan kabur atau terbayang. Perubahan penglihatan ini mungkin disertai dengan sakit kepala yang habat dan mungkin merupakan suatu tanda pre-eklamsi.
d.      Bengkak pada muka atau tangan
Hampir separuh dari ibu-ibu hamil akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat atau dengan berbaring sambil meninggikan kaki. Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat dan disertai dengan keluhan fisik yang lain. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung dan pre-eklampsi.
e.       Nyeri abdomen yang hebat
Nyeri perut yang mengindikasikan mengancam jiwa adalah nyeri yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristirahat, dapat didahului atau disertai dengan perdarahan lewat jalan lahir. Hal ini bisa berarti persalinan prematur, solusio plasenta.
f.       Bayi kurang bergerak seperti biasa
Bayi kurang bergerak seperti biasa, ibu yang sudah pernah hamil dan melahirkan sebelumnya (multigravida) dapat merasakan gerakan bayinya pada usia kehamilan 16-18 minggu sedangkan pada ibu yang baru pertama kali hamil (primigravida) pada usia kehamilan 18-20 minggu. Bayi normal bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik. Jika gerakan janin kurang dari 3 kali dalam 1 jam,  komplikasi yang bisa timbul adalah IUFD (Intra uteri fetal death).
g.      Keluar air ketuban sebelum waktunya
Yang dinamakan ketuban pecah dini adalah apabila terjadi sebelum persalinan berlangsung yang disebabkan karena berkurangnya kekuatan membran atau meningkatnya tekanan intra uteri atau oleh kedua faktor tersebut, juga karena adanya infeksi yang dapat berasal dari vagina dan servik dan penilaiannya ditentukan dengan adanya cairan ketuban di vagina. Penentuan cairan ketuban dapat dilakukan dengan tes lakmus (nitrazin test) merah menjadi biru.

Minggu, 22 Februari 2015

Manfaat Senam Hamil Bagi Ibu Hamil

Kehamilan merupakan sebuah pengalaman yang seringkali dirasa sebagai sebuah anugerah bagi perempuan yang mengalaminya, hingga berbagai cara ditempuh untuk menjaga kehamilan tersebut.

Selain dengan memilih makanan bergizi selama masa hamil, dan mengkonsumsi susu kehamilan, salah satu cara yang sering dipilih oleh ibu hamil untuk menjaga kesehatan di masa hamil adalah dengan melakukan senam hamil.
Manfaat senam hamil


Jika saat ini anda tengah hamil dan belum berencana mengikuti senam hamil, beberapa manfaat senam hamil berikut mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan anda untuk memilih mengikuti ataupun tidak mengikuti senam hamil.

Manfaat senam hamil

Senam hamil sendiri merupakan senam dengan gerakan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kehamilan sehingga tentunya berbeda dengan gerakan senam yang umum, dan tujuan utama dari senam hamil adalah menyehatkan ibu hamil serta memperlancar proses persalinan dengan memberikan latihan pada otot-otot dan bagian tubuh yang nantinya akan berperan dalam proses persalinan seperti contohnya tulang panggul, otot perut, dan otot paha, sehingga nantinya ibu hamil diharapkan bisa melakukan persalinan normal dengan lancar.

Selain melatih otot untuk mempersiapkan persalinan, gerakan senam hamil juga mengkombinasikan latihan pernapasan, relaksasi, dan kelenturan.

Dan berikut manfaat lain yang bisa ibu hamil dapatkan dengan mengikuti senam hamil
  • Menghindarkan ibu hamil dari kegemukan

  • Mengurangi nyeri punggung yang biasanya mengganggu pada periode kehamilan

  • Membuat tubuh terasa lebih bugar, dan

  • Memperbaiki kualitas tidur.
Melihat manfaat manfaat di atas rasanya senam hamil merupakan salah satu kegiatan penting di masa kehamilan, terutama untuk mempersiapkan kesehatan dan kesiapan ibu menghadapi proses kelahiran bayi.

Meskipun beberapa gerakan dalam senam hamil cukup mudah anda pelajari dan lakukan sendiri di rumah, untuk mendapatkan manfaat dari senam hamil untuk ibu hamil secara maksimal, baiknya ibu melakukannya dengan instruksi dan pengawasan ahli, sehingga setiap gerakan yang dilakukan memang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.

Bahkan dengan mengikuti program kelas hamil yang biasanya menjadi tempat rutin diadakannya senam hamil, ibu juga bisa mendapatkan informasi serta tips mempersiapkan persalinan & menjaga kesehatan ibu dan janin.

Kamis, 19 Februari 2015

HYDROCEPHALUS

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang berjudul “Hydrocephalus”.
Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalh ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penulisan makalh ini, khusunya kepada :
1.      Ibu Farida selaku dosen pengampu Askeb Neonatus, Bayi, dan Balita Patologis
2.      Perpustakaan Unriyo yang telah bersedia meminjamkan beberapa buku yang berkaitan dengan materi makalah ini.
3.      Anggota kelompok, atas kerja sama yang sangat kompak dalam mencari materi makalah meskipun harus bersusah payah meluangkan waktu diatas kesibukan masing-masing.
4.      Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis, baik selama mengikuti perkuliahan maupun dalam menyelesaikan makalah ini.
5.      Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga Tuhan memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah.
Yogyakarta, April 2013
Penulis
           

BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar belakang
Hydrocephalus telah dikenal sajak zaman Hipocrates, saat itu hydrocephalus dikenal sebagai penyebab penyakit ayan. Di saat ini dengan teknologi yang semakin berkembang maka mengakibatkan polusi didunia semakin meningkat pula yang pada akhirnya menjadi factor penyebab suatu penyakit, yang mana kehamilan merupakan keadaan yang sangat rentan terhadap penyakit yang dapat mempengaruhi janinnya, salah satunya adalah Hydrocephalus. Saat ini secara umum insidennya dapat dilaporkan sebesar tiga kasus per seribu kehamilan hidup menderita hydrocephalus. Dan hydrocephalus merupakan penyakit yang sangat memerlukan pelayanan medis yang khusus. Hydrocephalus itu sendiri adalah akumulasi cairan serebro spinal dalam ventrikel serebral, ruang subaracnoid, ruang subdural (Suriadi dan Yuliani, 2001).
Hydrocephalus dapat terjadi pada semua umur tetapi paling banyak pada anak usia dibawah 6 tahun.Dari data yang didapat dalam kurun waktu 6 (enem) tahun pada kasus Hydrocephalus di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda khususnya ruang Angsoka terdapat 101 kasus hydrocephalus dari 6233 kasus penyakit saraf yang ada.Hydrocephalus adalah akumulasi cairan serebro spinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid atau ruang subdural (Suriadi dan Yuliani, 2001).
Hidrosefalus menggambarkan kelompok keadaan yang beragam yang merupakan akibat dari terganggunya sirkulasi dan absorbsi CSS atau pada keadaan yang jarang, akibat dari meningkatnya produksi papilloma pleksus koroid. ( Nelson, 1996 : 2050 )

B.     Tujuan Penulisan
1.         Tujuan umum
Meningkatkan pengetahuan tentang penyakit hydrocephalus yang semakin banyak di temui pada bayi,dan menelusuri bentuk umum hydrocephalus hingga bisa menangani dan merawat penderita hydrocephalus secara baik dan sukses.
2.         Tujuan khusus
a.    Mengetahui pengertian hydrocephalus
b.   Mengetahui etiologi hydrocephalus
c.    Mengetahui komplikasi hydrocephalus
d.   Mengetahui penanganan hydrocephalus

BAB II

PEMBAHASAN

A.     Defenisi
Hydrocephalus berasal dari bahasa Latin yaitu "Hydro" yang berarti "air" dan "Cephalus" yang berarti "kepala".Hydrocephalus adalah kelainan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan serebrospinal dengan tekanan intrakranial yang meninggi, sehingga terdapat pelebaran ventrikel (Hassan, 2002). Hydrocephalus adalah suatu keadaan dimana terdapat timbunan likuor serebrospinalis yang berlebihan dalam ventrikel-ventrikel, yang disertai dengan tekanan intracranial (sarwono, 2007).  Hydrocephalus adalah jenis penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebrospinal). Penyakit ini juga dapat ditandai dengan dilatasi vertical serebra, biasanya terjadi secara sekunder terhadap obstruksi jalur cairan serebrospinalis, dan disertai oleh penimbunan cairan serebrospinalis di dalam cranium; Secara tipikal ditandai dengan pembesaran kepala, menonjolnya dahi, deteriorasi mental, dan kejang-kejang (Sudarti dan Afroh Fauziah, 2012). Hydrocephalus merupakan Penimbunan cairan otak dalam tengkorak dan bilik-bilik otak sehingga kepala menjadi besar. Kadang disebut air di otak (Suseno Tutu dan Masruroh, 2009). Hydrocephalus merupakan sindroma klinis yang dicirikan dengan dilatasi yang progresif pada system ventrikuler cerebral dan kompresi gabungan dari jaringan – jaringan serebral selama produksi CSF berlangsung yang meningkatkan kecepatan absorbsi oleh vili arachnoid. Akibat berlebihannya cairan serebrospinalis dan meningkatnya tekanan intrakranial menyebabkan terjadinya peleburan ruang – ruang tempat mengalirnya liquor.  Menurut Mumenthaler (1995) definisi hydrocephalus yaitu timbul bila ruang cairan serebro spinallis internal atau eksternal melebar. Hydrocephalus merupakan keadaan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan serebro spinalis tanpa atau pernah dengan tekanan intracranial yang meninggi sehingga terdapat pelebaran ruangan tempat mengalirnya cairan serebro spinal (Ngastiyah, 1997).

B.     Bentuk Umum
Ada beberapa type hydrocephalus berhubungan dengan kenaikan tekanan intrakranial.
Tiga bentuk umum hydrocephalus berdasarkan sirkulasi :
1.      Hidrocephalus Non-komunikasi (Non communicating hydrocephalus)
Biasanya diakibatkan obstruksi dalam system ventrikuler yang mencegah    bersikulasinya CSF. Kondisi tersebut sering dijumpai pada orang lanjut usia yang berhubungan dengan malformasi congenital pada system saraf pusat atau diperoleh dari lesi (space occuping lesion) ataupun bekas luka.Pada klien dewasa dapat terjadi sebagai akibat dari obstruksi lesi pada system ventricular atau bentukan jaringan adhesi atau bekas luka didalam system di dalam system ventricular. Pada klien dengan garis sutura yag berfungsi atau pada anak – anak dibawah usia 12 – 18 bulan dengan tekanan intraranialnya tinggi mencapai ekstrim, tanda – tanda dan gejala – gejala kenaikan ICP dapat dikenali. Pada anak – anak yang garis suturanya tidak bergabung terdapat pemisahan / separasi garis sutura dan pembesaran kepala.
2.      Hidrosefalus Komunikasi (communicating hidrocepalus)
Jenis ini tidak terdapat obstruksi pada aliran CSF tetapi villus arachnoid untuk mengabsorbsi CSF terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit atau malfungsional. Umumnya terdapat pada orang dewasa, biasanya disebabkan karena dipenuhinya villus arachnoid dengan darah sesudah terjadinya hemmorhage subarachnoid (klien memperkembangkan tanda dan gejala – gejala peningkatan ICP)
3.      Hidrosefalus Bertekan Normal (Normal Pressure Hidrocephalus).
Di tandai pembesaran sister basilar dan fentrikel disertai dengan kompresi jaringan serebral, dapat terjadi atrofi serebral. Tekanan intrakranial biasanya normal, gejala – gejala dan tanda – tanda lainnya meliputi ; dimentia, ataxic gait, incontinentia urine. Kelainan ini berhubungan dengan cedera kepala, hemmorhage serebral atau thrombosis, mengitis; pada beberapa kasus (Kelompok umur 60 – 70 tahun) ada kemungkinan ditemukkan hubungan tersebut.
C.     Etiologi
Gangguan aliran cairan yang menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak disekitarnya, khususnya pusat-pusat syaraf yang vital. Menurut Lembaga Nasional Instutite of Neurological Disordes and Stroke (NINDS), gangguan aliran cairan otak ada tiga jenis, yaitu :
1.      Gangguan aliran adanya hambatan sirkulasi.
Contohnya : tumor otak yang terdapat didalam ventrikel akan menghambat aliran cairan otak
Penyebab penyumbatan aliran CSS yang sering terdapat pada bayi dan anak ialah :
·        Kelainan Bawaan (Kongenital)
a. Stenosis akuaduktus Sylvii
b. Spina bifida dan kranium bifida
c. Sindrom Dandy-Walker
d. Kista araknoid dan anomali pembuluh darah
·        Infeksi
Akibat infeksi dapat timbul perlekatan meningen. Secara patologis terlihat penebalan jaringan piamater dan araknoid sekitar sisterna basalis dan daerah lain. Penyebab lain infeksi adalah toxoplasmosis.
·        Neoplasma
Hidrosefalus oleh obstruksi mekanik yang dapat terjadi di setiap tempat aliran CSS. Pada anak yang terbanyak menyebabkan penyumbatan ventrikel IV atau akuaduktus Sylvii bagian terakhir biasanya suatu glioma yang berasal dari serebelum, penyumbatan bagian depan ventrikel III disebabkan kraniofaringioma.
·        Perdarahan
Perdarahan sebelum dan sesudah lahir dalam otak, dapat menyebabkan fibrosis leptomeningen terutama pada daerah basal otak, selain penyumbatan yang terjadi akibat organisasi dari darah itu sendiri (Allan H. Ropper, 2005:360).
2.      Aliran cairan otak tidak tersumbat, tetapi sebaliknya cairan itu diproduksi berlebihan, akibatnya cairan otak bertambah banyak.
Contoh : tumor ganas disel-sel yang memproduksi cairan otak.
3.      Cairan otak yang mengalir jumlahnya normal dan tidak ada sumbatan, tetapi ada gangguan dalam proses penyerapan cairan kepembuluh darah balik, sehingga otomatis jumlah cairan akan meningkat pula.
Contoh : bila ada cairan nanah ( meningitis atau infeksi selaput otak) atau darah (akibat trauma) di sekitar tempat penyerapan.
Ketidakseimbangan antara produksi dan penyerapan, dapat perlahan atau progresif, menyebabkan ventrikel-ventrikel tersebut melebar, kemudian menekan jaringan otak sekitarnya. Tulang tengkorak bayi di bawah dua tahun yang belum menutup akan memungkinkan kepala bayi membesar. Pembesaran kepala merupakan salah satu petunjuk klinis yang penting untuk mendeteksi hydrocephalus.
D.    Manifestasi Klinis
Tanda awal dan gejala hidrosefalus tergantung pada awitan dan derajat ketidakseimbangan kapasitas produksi dan resorbsi CSS (Darsono, 2005). Gejala-gejala yang menonjol merupakan refleksi adanya hipertensi intrakranial. Manifestasi klinis dari hidrosefalus pada anak dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu :
·        Awitan hidrosefalus terjadi pada masa neonatus
Meliputi pembesaran kepala abnormal, gambaran tetap hidrosefalus kongenital dan pada masa bayi. Lingkaran kepala neonatus biasanya adalah 35-40 cm, dan pertumbuhan ukuran lingkar kepala terbesar adalah selama tahun pertama kehidupan. Kranium terdistensi dalam semua arah, tetapi terutama pada daerah frontal. Tampak dorsum nasi lebih besar dari biasa. Fontanella terbuka dan tegang, sutura masih terbuka bebas. Tulang-tulang kepala menjadi sangat tipis. Vena-vena di sisi samping kepala tampak melebar dan berkelok. (Peter Paul Rickham, 2003)
·        Awitan hidrosefalus terjadi pada akhir masa kanak-kanak
Pembesaran kepala tidak bermakna, tetapi nyeri kepala sebagai manifestasi hipertensi intrakranial. Lokasi nyeri kepala tidak khas. Dapat disertai keluhan penglihatan ganda (diplopia) dan jarang diikuti penurunan visus. Secara umum gejala yang paling umum terjadi pada pasien-pasien hidrosefalus di bawah usia dua tahun adalah pembesaran abnormal yang progresif dari ukuran kepala. Makrokrania mengesankan sebagai salah satu tanda bila ukuran lingkar kepala lebih besar dari dua deviasi standar di atas ukuran normal. Makrokrania biasanya disertai empat gejala hipertensi intrakranial lainnya yaitu:
a. Fontanel anterior yang sangat tegang.
b. Sutura kranium tampak atau teraba melebar.
c. Kulit kepala licin mengkilap dan tampak vena-vena superfisial menonjol.
d. Fenomena ‘matahari tenggelam’ (sunset phenomenon).
Gejala hipertensi intrakranial lebih menonjol pada anak yang lebih besar dibandingkan dengan bayi. Gejalanya mencakup: nyeri kepala, muntah, gangguan kesadaran, gangguan okulomotor, dan pada kasus yang telah lanjut ada gejala gangguan batang otak akibat herniasi tonsiler (bradikardia, aritmia respirasi). (Darsono, 2005:213)
E.     Komplikasi
Hydrocephalus sebaiknya diketahui sejak dini, karena hydrocephalus akan menimbulkan komplikasi apabila tidak segera mendapat penanganan. Manifestasi klinis antara lain ialah :
1.      Ubun-ubun besar bayi akan melebar dan menonjol
2.      Pembuluh darah dikulit kepala makin jelas.
3.      Gangguan sensorik-motorik.
4.      Gangguan penglihatan( buta ).
5.      Gerakan bola mata terganggu (juling)
6.      Terjadi penurunan aktivitas mental yang progresif.
7.      Bayi rewel, kejang, muntah-muntah, panas yang sulit dikendalikan.
8.      Gangguan pada fungsi vital akibat peninggian tekanan dalam ruang tengkorak yang berupa pernapasan lambat, denyut nadi turun dan naiknya tekanan darah sistolik.
F.      Penanganan
Pada dasarnya ada tiga prinsip dalam pengobatan hidrosefalus, yaitu :
a) Mengurangi produksi CSS.
b) Mempengaruhi hubungan antara tempat produksi CSS dengan tempat absorbsi.
c) Pengeluaran likuor (CSS) kedalam organ ekstrakranial. (Darsono, 2005)
Penanganan hidrosefalus juga dapat dibagi menjadi :
1. Penanganan Sementara
Terapi konservatif medikamentosa ditujukan untuk membatasi evolusi hidrosefalus melalui upaya mengurangi sekresi cairan dari pleksus khoroid atau upaya meningkatkan resorbsinya.
2. Penanganan Alternatif (Selain Shunting)
Misalnya : pengontrolan kasus yang mengalami intoksikasi vitamin A, reseksi radikal lesi massa yang mengganggu aliran likuor atau perbaikan suatu malformasi. Saat ini cara terbaik untuk melakukan perforasi dasar ventrikel III adalah dengan teknik bedah endoskopik. (Peter Paul Rickham, 2003)
3. Operasi Pemasangan ‘Pintas’ (Shunting)
Operasi pintas bertujuan membuat saluran baru antara aliran likuor dengan kavitas drainase. Pada anak-anak lokasi drainase yang terpilih adalah rongga peritoneum. Biasanya cairan serebrospinalis didrainase dari ventrikel, namun kadang pada hidrosefalus komunikans ada yang didrain ke rongga subarakhnoid lumbar. Ada dua hal yang perlu diperhatikan pada periode pasca operasi, yaitu: pemeliharaan luka kulit terhadap kontaminasi infeksi dan pemantauan kelancaran dan fungsi alat shunt yang dipasang. Infeksi pada shunt meningatkan resiko akan kerusakan intelektual, lokulasi ventrikel dan bahkan kematian. (Allan H. Ropper, 2005:360)
NINDS menyebutkan bahwa kategori penanganan hydrocephalus adalah “life saving and sustaining” yang berarti penyakit ini memerlukan diagnosis dini yang dilanjutkan dengan tindakan bedah secepatnya. Keterlambatan akan menyebabkan kecacatan dan kematian. Hal yang dilakukan untuk mengetahui penyakit ini antara lain :
1.            Pengukuran lingkar kepala secara serial dan teratur
Hal ini sangat penting untuk deteksi dini penyakit, karena pembesaran kepala merupakan salah satu petunjuk klinis yang penting untuk mendeteksi hydrocephalus.
2.            Foto polos kepala dan di susul dengan pemeriksaan ultrasonografi.
Hal ini digunakan untuk menunjang dan melengkapi diagnosis sehingga diperlukan pemeriksaan tambahan mulai dari yang sederhana.
3.            Pemeriksaan dengan senografi
Pemeriksaan ini dapat digunakan menjadi data minimal untuk menilai pelebaran ventrikel dan ketebalan jaringan otak. Jika ketebalan kurang darin 2 cm, maka nilai tindakan bedah tidak bermanfaat lagi.
4.            Pemeriksaan computerized tomography scan ( CT Scan) atau magnetic resonance imaging (MRI)
Digunakan untuk mendeteksi struktur anatomi otak, dan penyebab hydrocephalus, misalnya tumor dalam rongga ventrikel yang semua itu berkaitan dengan strategi penanganan hydrocephalus.
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menangani hydrocephalus antara lain :
a.       Menggunakan teknologi pintasan seperti silicon.
Hal ini penting karena selang pintasan itu ditanam di jaringan otak, kulit, dan rongga perut, dalam waktu yang lama bahkan seumur hidup penderita sehingga perlu dihindarkan efek reaksi penolakan oleh tubuh. Tindakan bedah pemasangan selang pintasan dilakukan setelah diagnosis dilengkapi dan indikasi serta syarat dipenuhi. Tindakan dilakukan terhadap penderita yang dibius otak ada sayatan kecil didaerah kepala dan dilakukan pembukaan tulang tengkorak dan selaput otak yang selanjutnya selang pintasan ventrikel dipasang, disusul, kemudian dibuang sayatan kecil didaerah perut, dibuka rongga perut lalu ditanam selang pintasan rongga perut antara kedua ujung selang tersebut dihubungkan, dengan sebuah selang pintasan yang ditanam dibawah kulit sehingga tidak terlihat dari luar.
b.      Teknik neuroendoskopi
Endoskopi dapat digunakan sebagai alat diagnose dan sekaligus tindakan bedah. VRIES pada tahun 1978 mengembangkan endoskopi yang canggih, yakni sebuah selang fiber-optik yang dilengkapi dengan peralatan bedah mikro dan sinar laser. Dengan demikian, melalui sebuah lubang dikepala, selang dipadu dengan layar televise, dioperasikan alat bedah untuk membuka tumor yang menyumbat rongga ventrikel.

 

 

 

 

 

BAB III
PENUTUP
A.           Kesimpulan
Ø      Hydrocephalus berasal dari bahasa Latin yaitu "Hydro" yang berarti "air" dan "Cephalus" yang berarti "kepala".Hydrocephalus adalah kelainan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan serebrospinal dengan tekanan intrakranial yang meninggi, sehingga terdapat pelebaran ventrikel
Ø      Tiga bentuk umum hydrocephalus berdasarkan sirkulasi yaitu hydrocephalus komunikasi, hydrocephalus non-komunikasi dan hydrocephalus bertekanan normal.
Ø      Penyebab hydrocephalus yaitu karena gangguan aliran cairan yang menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak disekitarnya, khususnya pusat-pusat syaraf yang vital.
Ø      Manifestasi klinis dari hidrosefalus pada anak dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu awitan hidrosefalus yang terjadi pada masa neonates dan awitan hidrosefalus terjadi pada akhir masa kanak-kanak.
Ø      Pada dasarnya ada tiga prinsip dalam pengobatan hidrosefalus, yaitu :
a) Mengurangi produksi CSS.
b) Mempengaruhi hubungan antara tempat produksi CSS dengan tempat absorbsi.
c) Pengeluaran likuor (CSS) kedalam organ ekstrakranial.
B.           Saran
Balita  adalah generasi hidup apa lagi tercatat angka kematian balita lumayan tinggi di Indonesia,perlunya kita membahas adanya penyakit yang semakin menjadi sebab dari kesengsaraan seorang balita, adapun dari pada itu orang tua harus lebih dominan berupaya menjaga dan merawat selayaknya menjaga kesehatan balita,orang tua lebih berpengaruh dari keadaan balitanya terutama untuk seorang ibu yang setiap saat memberi dan menyusui balita,dari penerapan diatas cukup difahami dan menjadi kewaspadaan kita dalam menjaga keselamatan  dan keluarga,penyakit-penyakit berbagai macam dan berbagai rupa efek yang dirasakan sejenak itu kita berupaya berantisipasi dalam perlindungan balita dari  Hydrocephalus.

DAFTAR PUSTAKA

Darsono dan Himpunan dokter spesialis saraf indonesia dengan UGM. 2005. Buku Ajar Neurologi Klinis. Yogyakarta: UGM Press.
Prawirohardjo sarwono. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Rabu, 18 Februari 2015

MAKALAH ORAL TRUSH

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagian besar bayi baru lahir dilahirkan dalam kondisi sehat, namun beberapa bayi dapat mengalami keadaan-keadaan yang membutuhkan pemeriksaan. Bayi baru lahir rentan terhadap beberapa penyakit dari pada anak atau orang dewasa. Sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna untuk melawan bakteri, virus dan parasit.
Oral trush (stomatitis) adalah radang mulut (pada bibir atau lidah). Hal ini biasanya dijumpai pada bayi dan anak – anak kecil. Oral trush ini kadang sulit dibedakan dengan sisa susu, terutama pada bayi yang mendapatkan susu formula. Sisa susu yang berupa lapisan endapan putih tebal pada lidah bayi ini dapat dibersihkan dengan kapas lidi yang dibasahi dengan air hangat. Tanda gejala pasti yang terjadi adalah timbulnya bercak-bercak putih pada bibir atau lidah, suhu meningkat, bayi kadang menolak untuk minum atau menyusui bahkan kadan dimuntahkan.
Oral trush bisa sembuh sendiri seperti sariawan herpetik. Biasanya memakan waktu penyembuhan sekitar seminggu tapi jika sudah parah dan jika tidak diobati bisa berkelanjutan sangat memungkinkan terjadinya diare, apabila jamurnya tertelan, mengalir lewat pembuluh darah dan bisa menimbulkan infeksi usus.
B. Rumusan Masalah
1.    Apakah definisi Oral Thrush?
2.    Apakah penyebab Oral Thrush?
3.    Apa saja tanda dan gejala Oral Thrush?
4.    Apa yang terjadi pada komplikasi Oral Thrush?
5.    Bagaimana diagnosis Oral Thrush?
6.    Bagimana penatalaksanaan Oral Thrush?


1
 
 
C. Manfaat
1.    Untuk mengetahui definisi Oral Thrush.
2.    Untuk mengetahui penyebab Oral Thrush.
3.    Untuk mengetahui Tanda dan Gejala Oral Thrush.
4.    Untuk mengetahui komplikasi Oral Thrush.
5.    Untuk mengetahui diagnosis Oral Thrush.
6.    Untuk mengetahui penatalaksanaan Oral Thrush.

BAB II
ISI
A. Definisi Oral Trush
Oral thrush adalah adanya bercak putih pada lidah, langit – langit, pipi bagian dalam (Wong, 1995). Bercak tersebut sulit untuk dihilangkan dan bila dipaksa untuk diambil maka akan mengakibatkan perdarahan. Oral thrush ini sering disebut juga dengan oral candidiasis atau moniliasis, dan sering terjadi pada masa bayi.
Oral Thrush adalah kandidiasis selaput, lendir mulut, biasanya mukosa dan lidah, dan kadang-kadang palatum, gusi serta lantai mulut. Penyakit ini ditandai dengan plak-plak putih dari bahan lembut menyerupai gumpalan susu yang dapat dikelupas, yang meninggalkan permukaan perdarahan mentah. Penyakit ini biasanya menyerang bayi yang sakit atau lemah, individu dengan kondisi kesehatan buruk, pasien dengan tanggap imun lemah, serta kurang sering, pasien yang telah menjalani pengobatan dengan antibiotik. Trush (suatu infeksi jamur di mulut) disertai luka di mulut dan peradangan gusi, bisa merupakan pertanda awal dari adanya gangguan sistem kekebalan.
Oral trush (stomatitis) adalah radang mulut (pada bibir atau lidah). Hal ini biasanya dijumpai pada bayi dan anak-anak kecil yang minum susu dengan botol atau dot atau anak kecil yang menghisap dot keripung (fopspean) yang tidak diperhatikan kebersihannya. Misalnya: dot tersebut tidak pernah direbus sehingga bakteri berkembang biak.. Seiring dengan bertambahnya usia, angka kejadian makin jarang, kecuali pada bayi yang mendapatkan pengobatan antibiotik atau imunosupresif.
Jadi, oral trush adalah kandidiasis membrane mukosa mulut bayi yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak keputihan yang membentuk plak-plak berkeping dimulut, ulkus dangkal, demam dan adanya iritasi gastro intestinal.

3
 
 
B. Jenis-jenis Oral Trush
Ada 3 jenis oral trush yang kerap menyerang anak, yaitu:
1.    Stomatitis Apthosa
Sariawan ini akibat adanya trauma, misalnya tergigit atau terkena sodokkan sikat gigi hingga luka atau lecet. Bila kuman masuk dan daya tahan tubuh menurun, maka luka menjadi infeksi. Biasanya timbul peradangan dan rasa sakit atau nyeri.
2.    Oral Thrush Moniliasis
Disebabkan oleh jamur candida albican yang biasanya dijumpai dan bersarang di lidah. Pada keadaan normal, jamur memang terdapat dalam mulut. Tapi saat daya tahan tubuhnya menurun, serta penggunaan obat antibiotik yang berlangsug lama atau melebihi jangka waktu pemakaian, akan memudahkan jamur candida albican tumbuh melebihi normal.
3.    Stomatitis Herpetic
Disebabkan virus herpes simplek dan berlokasi di bagian belakang tenggorokan. Sariawan ditenggorokan terjadi jika ada virus yang sedang mewabah dan daya tahan tubuh sedang rendah.Sariawan jenis stomatitis herpetic dan stomatitis apthosa biasa terjadi pada anak-anak, sementara anak balita lebih banyak mengidap sariawan jenis moniliasis.
C.  Penyebab Oral Trush
Pada umumnya oral thrush disebabkan oleh jamur candida albicans yang ditularkan melalui vagina ibu yang terinfeksi selama persalinan (saat bayi baru lahir) atau transmisi melalui botol susu dan puting susu yang tidak bersih, atau cuci tangan yang tidak benar. Oral trush pada bayi terjadi 7-10 hari setelah persalinan. Jamur ini adalah jamur yang normalnya hidup pada mulut dan saluran cerna manusia. Apabila jamur ini berkembang lebih banyak dari biasanya maka menimbulkan infeksi jamur.
Jamur Candida albicans bersifat saprofit sehingga jika daya tahan tubuh bayi turun atau pada pengguna antibiotika yang lama dapat terjadi pertumbuhan jamur ini secara cepat dan dapat menimbulkan infeksi berupa oral trush dan diare, sehingga apabila penggunaan antibiotik tertentu pada usia dibawah 1 tahun akan mengakibatkan sariawan atau oral trush yang menetap.
Candida albicans tahan terhadap hampir semua antibiotika yang biasa dipergunakan dan dapat berkembang sewaktu mikroorganisme lain tertekan. Oral trush juga dapat terjadi karena bakteri di dalam mulut karena kurang menjaga kebersihan di mulut. Lesi-lesi mulut mempunyai konsistensi yang lunak, menonjol, bercak-bercak keputihan yang menutupi daerah-daerah yang kecil atau luas pada mukosa mulut, bercak bercak dapat dihapus dan meninggalkan permukaan daging yang berdarah.
Keadaan ini didukung oleh abrasi mulut, kurangnya kebersihan mulut, superinfeksi setelah terapi antibiotika, malnutrisi, cacat imunologi, dan hipoparatiroidisme. Infeksi berat dapat menyebar menuruni esophagus. Sebagian besar bayi berkontak dengan jamur yang pertama kali saat melalui jalan lahir (ibu dapat memiliki infeksi jamur di kelaminnya tanpa menyadari adanya tanda-tanda infeksi). Penggunaan antibiotik pada saat persalinan dan saat bayi anda lahir dapat memicu terjadinya infeksi jamur. Antibiotik yang diminum ibu dapat melalui ASI dan membunuh bakteri-bakteri baik yang menjaga keseimbangan flora normal tubuh, sehingga saat bakteri baik ini terbunuh oleh antibiotik, infeksi jamur muncul.
D. Tanda dan Gejala Oral Trush
Secara umum tanda dan gejala oral thrush antara lain terjadi pada bayi, gejala sariawan berapa suhu badan meninggi hingga 400C, mengeluarkan air liur lebih dari biasa, rewel, tidak mau makan atau makanan dimuntahkan, tidak mau susu botol, bahkan ASI, dan gelisah secara terus-menerus, bau mulut yang kurang sedap akibat kuman dan jamur. Sedangkan, pada balita,  suhu yang naik terlalu tinggi, dan nafsu makannya berkurang.
1.    Tanda Oral Thrush
Bentuk sariawan akan terlihat seperti vesicle atau bulatan kecil. Warnanya putih atau kekuningan. Mula-mula, berdiameter 1-3 mm. Kemudian, berkembang berbentuk selaput. Jika selaputnya mengikis maka akan terlihat berbentuk seperti lubang/ ulkus. Besarnya sariawan tetap, tidak membesar, melebar, atau menjalar seperti halnya bisul. Biasanya, pemunculan vesicle tersebut bersamaan dengan timbulnya panas. Adakalanya, vesicle baru muncul 1-2 hari setelah panas. Membuat panas umumnya sariawan karena jamur candida atau virus herpes. Sebenarnya, sariawan bisa sembuh sendiri seperti sariawan herpetic. Namun, sariawan karena jamur harus diobati dengan obat antijamur. Biasanya, penyembuhan memakan waktu sekitar seminggu. Jika sariawan tidak diobati akan berkelajutan. Memang, gejala tersebut tidak sampai menyebar ke seluruh tubuh, hanya di sekit6ar mulut. Tetapi, sangat memungkikan terjadinya diare apabila jamurnya tertelan, mengalir lewat pembuluh darah.
2.    Gejala Oral Thrush
Gejala oral thrush mudah dikenali, yaitu lidah yang menjadi agak licin, berwarna kemerah-merahan, timbul luka di bagian bawah dan pinggir atau pada belahan bagian tengah lidah. Pada pipi bagian dalam, tampak bintik-bintik putih, terkadang terdapat bejolan kecil yang dapat pecah sehingga mulut terasa perih. Secara keseluruhan, gejala oral thrush adalah sebagai berikut :
a.    Tampak bercak keputihan pada lidah dan atau sekitar mulut, seperti bekas susu yang sulit dihilangkan.
b.    Bayi menangis saat menyusu atau saat menyedot dari botol. Bercak keputihan karena jamur dapat menimbulkan rasa tidak nyaaman, dan nyeri terutama infeksi berat.
c.    Bayi kadang menolak untuk minum atau menyusu bahkan kadang akan dimuntahkan.
d.   Mukosa mulut mengelupas.
e.    Lesi multiple (luka-luka banyak) pada selaput lendir mulut sampai bibir memutih menyerupai bekuan susu yang melekat, bila dihilangkan dan kemudian berdarah.
f.     Bila terjadi kronis maka terjadi granulomatosa (lesi berbenjol kecil) menyerang sejak bayi sampai anak-anak yang berlangsung lama hingga beberapa tahun akan menyerang kulit anak.
g.    gejala yang muncul adalah suhu badan meninggi sampai 40 derajat celcius.
h.    Bayi banyak mengeluarkan air liur lebih dari biasanya. Secara psikis, dia akan rewel.
E. Komplikasi Oral Trush
Oral thrush tidak segera ditangani atau diobati maka akan menyebabkan kesukaran minum (menghisap puting susu atau dot), sehingga berakibat bayi kekurangan makanan. Oral thrush tersebut dapat mengakibatkan diare karena jamur dapat tertelan dan tidak diobati maka bayi akan terserang diare. Selain itu, diare juga dapat terjadi apabila masukan susu kurang pada waktu yang lama.
F. Diangnosa Oral Trush
Diagnosa oral trush dapat ditegakkan minimal dengan adanya 3 – 4 dari tanda dan gejala yang spesifik, yaitu :
1.    Gejala trush berupa suhu badan meninggi hingga 40 derajat celcius.
2.    Lidah berwarna kemerah-merahan.
3.    Tampak bercak keputihan pada mulut, seperti bekas susu yang sulit dihilangkan.
4.    Lesi multiple (luka-luka banyak) pada selaput lendir mulut sampai bibir memutih menyerupai bekuan susu yang melekat, bila dihilangkan dan kemudian berdarah.
5.    Pada pemeriksaan laborat terdeteksi bakteri Candidiasis Albican.
G. Penatalaksanaan Oral Trush
Oral trush pada umumnya bisa sembuh dengan sendirinya. Tetapi lebih baik jika diberikan pengobatan dengan cara :
1.      Bedakan dengan endapan susu pada mulut bayi.
2.      Apabila sumber infeksi berasal dari ibu harus segera diobati dengan pemberian antibiotika berspektrum luas.
3.      Menjaga kebersihan mulut bayi dan puting susu ibu.
4.      Membersihkan daerah mulut bayi setelah makan ataupun minum susu dengan air matang dan bersih. Apabila oral thrush sudah terjadi pada anak dan sudah diberikan obat, selain menjaga kebersihan mulut berikanlah makanan yang lunak atau cair sedikit-sedikit tetapi frekuensinya sering dan setiap habis makan berikan air putih dan usahakan agar sering minum.
5.      Pada bayi yang minum susu dengan mengunakan botol, harus mengunakan teknik steril, dalam membersihkan botolnya sebelum digunakan, yaitu bisa dengan mencuci bersih botol dan dot susu, setelah itu diseduh dengan air mendidih atau direbus hingga mendidih (jika botol tahan rebus) sebelum dipakai.
6.      Pemberian obat, memberikan obat antijamur, di antaranya adalah sebagai berikut :
a.         Miconazol. Obat ini mengandung miconazole 25 mg/ml dalam gel bebas gula. Gel miconazole dapat diberikan ke lesi setelah makan.
b.         Mystatin. Tiap pastille mengandung 100.000 unit nistatin. Satu pastille harus diisap sehari selama 7-14 hari. Pastille lebih enak daripada sediaan nistatin lain. Sebab, nistatin ini mengadung gula.
7.      Pemberian terapi pada bayi yaitu :
a.    1 ml larutan nystatin (100.000) unit 4x/hari dengan interval 6 jam. Larutan diberikan dengan lembut dan hati-hati agar tidak meyebar luas ke rongga mulut.
b.    Gentian violet 3x/hari
H. Pencegahan
Sebelum mengalami oral candidiasis lebih baik kita mencegahnya. Hal ini disebakan oral candidiasis dapat menimbulkan ketidaknyamanan dalam mulut, rasa nyeri di bagian mukosa mulut, lidah, dan tenggorokan, serta adanya burning sensation di mulut. 
Pencegahan oral candidiasis dapat dilakukan dengan beberapa tindakan yaitu sebagai berikut:
1.    Memelihara kesehatan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari, berkumur dengan antiseptic mouthwash (seperti Listerine atau Vardesol), berkumur dengan 3% larutan hidrogen peroksida setelah menyikat gigi.
2.    Mengonsumsi makanan yang baik dengan mengurangi atau menghindari gula karena merupakan makanan bagi Candida, mengurangi dan menghindari alkohol karena alkohol mengubah gula dan mempercepat pertumbuhan Candida, mengonsumsi banyak bawang putih karena merupakan anti jamur alami, mengonsumsi susu atau yoghurt yang mengandung bakteri Acidophilus karena membantu menjaga keseimbangan tubuh dan melawan mikroorganisme pengganggu seperti candida.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Oral trush adalah radang mulut (pada bibir atau lidah). Bisa juga diartikan terinfeksinya membrane mukosa, mulut bayi oleh jamur candidiasis yang ditandai dengan munculnya bercak – bercak putih dan membentuk plak – plak berkeping di mulut.
Tanda dan gejala dari oral trush antara lain seperti: adanya bercak-bercak keputihan pada bibir atau lidah, meningkatnya suhu tubuh, bayi kadang menolak untuk minum atau menyusu bahkan kadang dimuntahkan, rewel.
Penatalaksanaannya bisa dengan menjaga kebersihan mulut bayi dan putting susu ibu, pemberian antibiotika bila infeksi berasal dari ibu, dan bila bayi minum susu dengan menggunakan botol agar dijaga kebersihan botol sebelum digunakan.
B.  Saran
Makalah ini dijadikan panduan untuk belajar para mahasiswi dan di ambil dari sumber-sumber yang ada atau terdahulu. Para penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan, dan perlu adanya perbaikan.
Maka dari itu, bagi para pembaca diharapkan untuk menambahkan maupun memberikan tanggapan kepada makalah ini. Dan penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi panduan dalam belajar.


10
 
 
DAFTAR PUSTAKA
Muslihatun, Nur. 2010. Asuhan Neonatus Bayi dan Balita. Yogyakarta: Fitramaya
Sudarti. 2010.  Kelainan dan Penyakit Pada Bayi dan Anak. Yogyakarta: Nuha      Medika
Sudarti dan Fauziah, Afroh. 2012. Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, dan Anak   Balita. Yogyakarta: Nuha Medika
Wong, 1995. Buku Asuhan Keperawatan Ibu dan Anak . Jakarta: Nuha